Home FIQIH TATA CARA MELAKSANAKAN SHOLAT QASHAR DAN JAMA’

TATA CARA MELAKSANAKAN SHOLAT QASHAR DAN JAMA’

2374
0
Tata Cara Melaksanakan Sholat Qashar dan Jama'
Tata Cara Melaksanakan Sholat Qashar dan Jama'

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.
Pembaca yang dirahmati Allah SWT. Sebelum admin coretanpengetahuan.com menerangkan tentang Tata Cara Melaksanakan Sholat Qashar dan Jama’. Pertama-tama kita selalu tak henti-hentinya selalu merasa bersukur kepada Allah SWT. Atas segala nikmat dan karunianya yang telah diberikan kepada kita semua mari rasa syukur kita, kita iqrarkan dengan bacaan hamdallah “Alhamdulillahirabbil’alamiin”.

Solawat beserta salam yang sindah-indahnya dan seagung-agungnya semoga selalu terlimpah ruah kepada junjungan kita reformis akbar Sayidul Anbiyaiwalmursaliin beliau Rosulillahi SAW. Mari rasa mahabbah dan ta’dhim kita iqrarkan dengan bacaan sholawat “Assholatu wassalamu’alaika wa’alaa aalika Yaa Sayyidi Yaa Rasuulullah” semoga kelak kita semua di yaumul qiyamah mendapat syafaatnya Amiin.

Dalam kesempatan ini kami akan berbagi ilmu tentang Tata Cara Melaksanakan Sholat Qashar dan Jama’ . Salat merupakan Rukun Islam yang kedua dan juga sebagai tiang agama. Mengerjakan salat merupakan ibadah wajib yang harus ditunaikan sebagai seorang muslim yang taat. Islam diturunkan di muka bumi sebagai rahmat bagi semesta alam. Maka dari itu Allah SWT telah memberikan kemudahan bagi umat muslim dalam menunaikan ibadah shalat wajib. Saat kita sedang bepergian, kita pun diberikan keringanan dalam menjalankan sholat wajib yaitu dengan Shalat Jamak dan Shalat Qashar. Berbicara tentang Shalat Jama’ dan Sholat Qashar kita pasti sudah pernah mendengar atau bahkan sudah pernah diajarkan tentang sholat jamak dan sholat qashar, namun karena kita jarang atau bahkan tidak pernah mempraktekkan terkadang kita lupa tata caranya.

Tata Cara Melaksanakan Shalat Qashar

Syekh Abu Syuja’ Al-Asfahani menyebutkan di dalam kitabnya Ghoyah Wa At-taqrib syarat-syarat mengqashar sholat:

Tata Cara Melaksanakan Sholat Qashar
Tata Cara Melaksanakan Sholat Qhasar

وَيَجُوْزُ لِلْمُسَافِرِ قَصْرُ الصَّلَاةِ الرُّبَاعِيَّةِ بِخَمْسِ شَرَائِطَ أَنْ يَكُوْنَ سَفَرُهُ فِيْ غَيْرِ مَعْصِيَةٍ وَ أَنْ تَكُوْنَ مَسَافَتُهُ سِتَّةَ عَشَرَ فَرْسَخًا وَ أَنْ يَكُوْنَ مُؤَدِّيًا لِلصَّلَاةِ الرُّبَاعِيَّةِ وَ أَنْ يَنْوِيَ الْقَصْرَ مَعَ الْإِحْرَامِ وَ أَنْ لَا يَأْتَمَّ بِمُقِيْمٍ

Seorang Musafir diperkenankan mengqashar sholat dengan lima syarat :

1) Perjalanan yang dilakukannya bukan maksiat;

2) Jarak perjalanannya mencapai enam belas farsakh;

3) Sholat yang diqashar adalah sholat empat raka’at yang dilakukan secara ada’;

4) Niat Sholat Qashar saat takbiratul ihrom;

5) Orang yang mengqashar tidak ma’mum orang yang muqim.

Bagi seorang musafir yakni orang yang sedang menempuh perjalanan diperbolehkan mengqashar sholat yaitu meringkas jumlah raka’at shalat karena adanya alasan-alasan tertentu yang jumlah raka’atnya 4, bukan sholat yang memiliki jumlah 2 atau 3 raka’at.

Syarat diperbolehkan mengqashar sholat:

1. Perjalanan yang dilakukannya bukan maksiat.

Perjalanan musafir tersebut bukan dalam rangka maksiat. Yaitu mencakup perjalanan wajib seperti untuk melunasi hutang, perjalanan sunnah seperti untuk silaturrahmi dan perjalanan mubah seperti perjalanan untuk berdagang. Adapun perjalanan maksiat seperti perjalanan untuk membegal jalan, maka saat melakukan perjalanan ini, seseorang tidak diperkenankan melakukan kemurahan qashar sholat dan jama’.

2. Jarak perjalanannya mencapai enam belas farsakh.

Jarak perjalanannya mencapai enam belas farsakh secara pasti menurut pendapat al ashah. Dan jarak yang ditempuh saat pulang tidak dihitung. Satu farsakh adalah tiga mil. Kalau demikian, maka jumlah seluruh farsakh di atas adalah empat puluh delapan mil. Satu mil adalah empat ribu jangka kaki. Dan satu jangka sama dengan tiga telapak kaki. Yang dikehendaki dengan mil adalah ukuran mil keturuan bani Hasyim. Mungkin pada saat ini bias dikira-kira jaraknya sekitar 81 km.

3. Sholat yang diqashar adalah sholat empat raka’at yang dilakukan secara ada’.

Maksudnya shalat yang diqhashar adalah sholat yang berjumlah 4 raka’at yang dilakukan secara ada’, bukan sholat yang tertinggal saat di rumah. Maka tidak diperkenankan diqadla’ shalat yang tertinggal di rumah secara qashar saat melakukan perjalanan. Sedangkan sholat yang tertinggal diperjalanan, maka boleh diqadla’ dengan diqashar saat melakukan perjalanan, tidak diqadla’ di rumah.

4. Niat Sholat Qashar saat takbiratul ihrom

Seorang musafir yang hendak melakukan shalat qashar maka niat shalat qhashar tersebut dilaksanakan bersamaan dengan takbiratul ihram.

Berikut contoh niat qhashar sholat dzuhur:

Tata Cara Melaksanakan Sholat Qashar
Niat Qashar Sholat Dzuhur


أُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ قَصْرًا لِلّه تَعَالى

“Aku niat shalat dluhur dua raka’at dengan qashar karena Allah Ta’ala”

5. Orang yang mengqashar tidak ma’mum orang yang muqim.

Orang yang qashar sholat tidak bermakmum di dalam sebagian sholatnya pada orang muqim, yaitu orang yang melakukan sholat secara sempurna. Pentafsiran seperti ini (orang yang sholat secara sempurnya) agar mencakup pada seorang musafir yang melakukan sholat dengan sempurna.

Tata Cara Melaksanakan Shalat Jama’

Syekh Abu Syuja’ Al-Asfahani juga menyebutkan di dalam kitabnya Ghoyah Wa At-taqrib:

Tata Cara Melaksanakan Sholat Qashar
Tata Cara Melaksanakan Sholat Jama’


وَيَجُوْزُ لِلْمُسَافِرِ أَنْ يَجْمَعَ بَيْنَ الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ فِيْ وَقْتِ أَيِّهِمَا شَاءَ وَ بَيْنَ الْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ فِيْ وَقْتِ أَيِّهِمَا شَاءَ

“Dan diperbolehkan bagi seorang musafir untuk menjama’ sholatnya antara sholat dhuhur dan sholat ashar pada waktu yang dikehendakinya, dan antara sholat maghrib dan sholat isya’ pada waktu yang dikehendakinya.”

Sholat Jamak adalah sholat yang dilakukan dengan mengumpulkan atau menggabungkan dua sholat wajib ke dalam satu waktu. Salat yang boleh dijamak adalah shalat zuhur dengan asar dan magrib dengan isya. Sedangkan salat subuh tidak boleh dijamak sama sekali.

Dalam shalat jama’ ada 2 macam yaitu Jama’ Taqdim dan Jama’ Ta’khir. Bagi seorang musafir yang melakukan perjalanan jauh yang mubah, diperkenankan menjama’ antara sholat Dhuhur dan Ashar, dengan jama’ taqdim dan jama’ ta’khir. Dan diperkenankan menjama’ antara sholat Maghrib dan Isya’ dengan jama’ taqdim dan jama’ ta’khir. Yang dimaksud Jama’ taqdim adalah mengumpulkan 2 shalat dan dikerjakan pada waktu shalat yang pertama. Sedangkan Jama’ Ta’khir adalah mengumpulkan dua shalat untuk dikerjakan pada waktu shalat yang kedua.

Bacalah Juga Artikel Dibawah Ini:
Ketentuan Melaksanakan Sholat Berjamaah
Waktu-Waktu Yang Makruh Untuk Melaksnakan Sholat
Hal-Hal Yang ditinggalkan Saat Sholat

Syarat Melaksanakan Sholat Jama’ Taqdim

Mushonef kitab Fathul Qariib Al-Mujiib Syekh Ibnu Qasim Al-Ghazi juga menjelaskan syarat-syarat jama’ Taqdim:

1. Di mulai dengan melakukan sholat Dhuhur sebelum sholat Ashar, dan dengan dimulai sholat Maghrib sebelum sholat Isya’.

Di mulai dengan melakukan sholat Dhuhur sebelum sholat Ashar, dan dengan dimulai sholat Maghrib sebelum sholat Isya’. Seandainya dia membalik, seperti memulai dengan sholat Ashar sebelum melakukan sholat Dhuhur, maka tidak sah dan dia harus mengulangi sholat Ashar setelah melakukan sholat Dhuhur jika ingin melakukan sholat jama’.

2. Melakukan niat jama’ di permulaan sholat yang pertama.

Melakukan niat jama’ di permulaan sholat yang pertama, yaitu membarengkan niat jama’ dengan takbiratul ihramnya. Sehingga tidak cukup jika mendahulukan niat jama’ sebelum takbiratul ihram dan mengakhirkan hingga setelah melakukan salam dari sholat yang pertama. Namun diperkenankan melakukan niat jama’ di pertengahan sholat pertama menurut pendapat al adhhar.

Niat Sholat Jamak Taqdim dzuhur :

Tata Cara Melaksanakan Sholat Qashar
Niat Sholat Jama’ Taqdim Dzuhur


أُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا مع الْعَصْرِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ لِلهِ تَعَالَى
Artinya : “Aku niat Sholat Dhuhur empat raka’at dijama’ beserta ahsar dengan jamak taqdim karena Allah Ta’ala”

Niat Sholat Jamak Taqdim Maghrib :

Tata Cara Melaksanakan Sholat Qashar
Niat Sholat Jama’ Taqdim Maghrib


أُصَلِّى فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا مع الْعِشَاءِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ لِلهِ تَعَالَى

Artinya : “Aku niat Sholat Maghrib tiga raka’at dijama’ beserta isya’ dengan jamak taqdim karena Allah Ta’ala”

Muwallah (terus menerus) antara pelaksanaan sholat pertama dan sholat yang kedua, dengan arti tidak ada pemisah yang relatif lama di antara keduannya. Jika ada pemisah yang relatif panjang/lama, walaupun sebab udzur seperti tidur, maka wajib menunda pelaksanaan sholat ke dua hingga masuk waktunya. Pemisah yang relatif sebentar / pendek tidak berpengaruh di dalam muwallah antara dua sholat tersebut.

Syarat Melaksanakan Sholat Jama’ Ta’khir

Adapun jama’ ta’khir, menurut Syekh Salim Bin Samiir Al-Hadhrami dalam kitab Safinatun Naja menjelaskan syarat jamak ta’khir ada 2:

1. Niat jamak Ta’khir pada waktu melakukan shalat yang pertama dan waktunya masih cukup untuk mengerjakan sholat.

Niat jamak Ta’khir pada waktu melakukan shalat yang pertama dan waktunya masih cukup untuk mengerjakan sholat. Misal dalam waktu Dzuhur dan Ashar, saat Dzuhur kita sudah harus berniat akan menjamak ta’khir sholat Dzuhur dalam waktu Ashar. Jika pada waktu Dzuhur ia tidak berniat akan menjamak sholat, maka jamak ta’khir tidak sah.

Niat Sholat Jamak Ta’khir ashar :


أُصَلِّى فَرْضَ الْعَصْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا مع الظُّهْرِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ لِلهِ تَعَالَى
Artinya : “Aku niat Sholat Ashar empat raka’at dijama’ beserta dhuhur dengan jamak ta’khir karena Allah Ta’ala”

Niat Sholat Jamak Ta’khir Isya’ :


أُصَلِّى فَرْضَ الْعِشَاءِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مَجْمُوْعًا مع المَغْرِبِ جَمْعَ تَأْخِيْرٍ لِلهِ تَعَالَى
Artinya : “Aku niat Sholat Isya’ empat raka’at dijama’ beserta maghrib dengan jamak ta’khir karena Allah Ta’ala”

2. Berlangsungnya udzur/halangan sampai pada berakhirnya shalat yang ke dua.

Berlangsungnya udzur/halangan sampai pada berakhirnya shalat yang ke dua. Contoh saat sedang takbiratul ihram sampai sholat yang kedua masih dalam waktu syarat sahnya orang menjama’.

Penyiar Sholawat Wahidiyah
Penyiar Sholawat Wahidiyah

Bacalah Juga Artikel Dibawah Ini:
Niat Dalam Puasa Ramadhan
Amalan Menyambut Bulan Ramadhan


Demikianlah sedikit keterangan mengenai Tata Cara Melaksanakan Sholat Qashar dan Jama’. semoga artikel ini bisa bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. kalau ada kesalahan dalam penulisan kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kami juga membutuhkan saran dan keritikan dalam penulisan diatas silahkan berkomentar dikolom komentar semoga artikel yang sedikit ini bisa bermanfaat untuk semuanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here