Home FIQIH KEUTAMAAN MALAM LAILATUL QADAR

KEUTAMAAN MALAM LAILATUL QADAR

2273
0
Keutamaan Malam Lailatul Qadar
Keutamaan Malam Lailatul Qadar

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.
Pembaca yang dirahmati Allah SWT. Sebelum admin coretanpengetahuan.com menerangkan tentang Keutamaan Malam Lailatul Qadar. Pertama-tama kita selalu tak henti-hentinya selalu merasa bersukur kepada Allah SWT. Atas segala nikmat dan karunianya yang telah diberikan kepada kita semua mari rasa syukur kita, kita iqrarkan dengan bacaan hamdallah “Alhamdulillahirabbil’alamiin”.

Solawat beserta salam yang seindah-indahnya dan seagung-agungnya semoga selalu terlimpah ruah kepada junjungan kita reformis akbar Sayyidul Anbiyaiwalmursaliin beliau Rosulillahi SAW. Mari rasa mahabbah dan ta’dhim kita iqrarkan dengan bacaan sholawat “Assholatu wassalamu’alaika wa’alaa aalika Yaa Sayyidi Yaa Rasuulullah” semoga kita semua mendapat syafa’atnya min yaumina hadza ila yaumil qiyamah Amiin.

Salah satu keistimewaan dan keutamaan bulan Ramadhan adalah di dalamnya terdapat suatu malam yang disebut malam lailatul qadar. Dimana Malam ini adalah malam yang sangat ditunggu-tunggu oleh setiap umat islam. Karena malam tersebut merupakan malam yang lebih baik dari seribu bulan

APA PENGERTIAN MALAM LAILATUL QADAR ?


Lailatul Qadar adalah malam yang penuh berkah, sering disebut sebagai malam seribu bulan, Adapun keberkahan didalam malam lailatul qadar ini sangat berlipat ganda karena terletak dibulan yang penuh dengan keberkahan yaitu bulan Ramadhan.

Allah SWT. Berfirman didalam Al Qur’an Surat Al Baqarah (2) : 185

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي اُنْزِلَ فِيْهِ اْلقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ اْلهُدَى وَاْلفُرْقَان

“Bulan Ramadhan adalah bulan yang didalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang benar dan yang batil).”

Ayat diatas merupakan dalil bahwasanya Al Qur’an pertama kali ditirunkan di bulan suci Ramadhan. Dan kenapa malam itu disebut malam Lailatul Qadar, tidak lain karena pada malam itulah ditetapkanya segala urusan, keputusan-keputusan rizki, ajal dan semua yang bakal terjadi pada tahun itu sampai dengan malam yang sama pada tahun depan.

Allah SWT. menetapkan itu semua untuk seluruh hamba-hamba-Nya. Artinya, Allah SWT. memperlihatkan semua itu kepada malaikat dan menyuruh mereka untuk melaksanakan apa yang menjadi tugas-tugas mereka masing-masing.

Allah SWT. menuliskan untuk mereka apa yang telah dia tetapkan untuk tahun itu, lalu memperlihatkannya kepada mereka. Dan bukan berarti, bahwa Allah SWT. mengadakan penetapan (taqdir) pada malam itu. Karena Allah SWT. telah menetapkan semua taqdir sebelum menciptakan langit dan bumi pada zaman Azali.

Bacalah Juga Artikel dibawah ini:
Syarat Wajib Menjalankan Ibadah Puasa
Fardhu Dalam Berpuasa Ramadhan
Niat Dalam Puasa Ramadhan

KAPANKAN MALAM LAILATUL QADAR ?

Dalam riwayat lain dikatakan (HR. Imam Ahmad):
هي في شهر رمضان في العشر الأواخر, ليلة إحدي وعشرين, أو ثلاث وعشرين, أو خمس وعشرين, أو سبع وعشرين, أو تسع وعشرين, أو آخر ليلة من رمضان, من قامها إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه وما تأخر

“Lailatul Qadar berada di bulan Ramadhan pada sepuluh hari terakhirnya, yaitu malam kedua puluh satu, atau kedua puluh tiga, atau kedua puluh lima, atau kedua puluh tujuh, atau kedua puluh sembilan, atau di akhir malam Ramadhan. Barangsiapa shalat malam karena iman dan mengharapkan pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lampau dan dosa yang kemudian.”

Kesimpulannya, malam lailatul qadar lebih baik dari seribu bulan. Tidak adanya batasan “kebaikan” bisa berarti kebaikannya sampai akhir usia dunia, seperti yang dikatakan Syekh Abdul Halim Mahmud, “lebih baik dari usia zaman.” Sebab, tidak adanya batas hanya bisa dibatasi dengan hilangnya ruang dan waktu, dan itu hanya bisa terjadi setelah dunia dihancurkan (kiamat).

Waktu lailatul qadar juga tidak pasti. Allah sengaja menyembunyikannya agar manusia mencarinya dengan sungguh-sungguh. Jika waktu lailatul qadar dipastikan, bisa jadi manusia akan menyepelekan qiyamul lail dan i’tikaf di separuh akhir bulan Ramadhan. Mereka cukup menunggu waktu tersebut tanpa pencarian. Andaipun gagal mendapatkannya karena tidak mengisi semua tanggal ganjil di separuh akhir Ramadhan, mereka tetap mendapatkan ampunan Allah.

AMALAN APA YANG UTAMA DIKERJAKAN PADA MALAM LAILATUL QADAR ?

1. Melakukan I’tikaf

وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: ( كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا دَخَلَ اَلْعَشْرُ -أَيْ: اَلْعَشْرُ اَلْأَخِيرُ مِنْ رَمَضَانَ- شَدَّ مِئْزَرَهُ, وَأَحْيَا لَيْلَهُ, وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْه

‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bila memasuki sepuluh hari yakni sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, beliau mengencangkan kain sarungnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya (untuk sholat malam). Muttafaqun Alaihi.

2. Tadarus Al-Qur’an

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan berkah dan ampunan. Sudah tidak heran kalau Semua umat Islam berlomba-lomba mencari kebaikan, termasuk dengan tadarus membaca Alqur’an. Apalagi pada waktu bulan Ramadhan banyak sekali masjid-masjid terdengar dengan bacaan orang-orang yang sedang bertadarus. Semuanya itu dilakukan karena semua orang berharap untuk mendapat keberkahan di bulan Ramadhan yang telah dijanjikan oleh Allah SWT.

3. Memperbanyak Do’a dan Bermujahadah

Sangat dianjurkan sekali kita untuk memperbanyak doa pada setiap waktu, terlebih lagi di bulan Ramadhan, dan terutamanya lagi pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan, dimalam ganjil-ganjilnya dimana pada malam tersebut merupakan waktu yang mustajab untuk berdo’a Jika seseorang sudah yakin bahwa malam tersebut sedang terjadi malam Lailatul Qadar, maka hendaknya membaca do’a sebagaimana yang sudah diajarkan oleh Beliau Rasulullah SAW Kepada Sayyidah Aisyah Ketika beliau ditanya.

اَللَّهُمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فاَعْفُ عَنَّا

”Wahai Allah Sesungghnya Engkau maha pengampun serta suka mengampuni, maka ampunilah aku” (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Tarmizi dari’ Aisyah)

Adapun doa tersebut merupakan do’a yang sekali diucapkan Ketika seseorang telah yakin bahwa, malam itu adalah malam Lailatul Qadar. Jadi, bukan do’a yang harus dibaca berulangkali semalaman Ketika sudah diyakini sebagai malam Lailatul Qadar.

4. Menghidupkan Malam Lailatul Qadar

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا واحتسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang mendirikan (shalat malam) di bulan Ramadhan karena iman kepada Allah (Lillah) dan mengharap kebaikan dari-Nya, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lewat.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Bacalah Juga Artikel Dibawah ini:
Tata Cara Melaksanakan Sholat Qashar dan Jama’
Ketentuan Melaksanakan Sholat Berjamaah
Waktu-Waktu Yang Makruh Untuk Melaksnakan Sholat

Penyiar Sholawat Wahidiyah
Penyiar Sholawat Wahidiyah

Demikianlah sedikit keterangan mengenai Keutamaan Malam Lailatul Qadar semoga artikel ini bisa kita peraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. kalau ada kesalahan dalam penulisan kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kami juga membutuhkan saran dan keritikan dalam penulisan diatas silahkan berkomentar dikolom komentar semoga artikel yang sedikit ini bisa bermanfaat untuk semuanya.
Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here