Home FIQIH Ketentuan Melaksanakan Sholat Fardhu

Ketentuan Melaksanakan Sholat Fardhu

3319
0
Ktentuan Melaksanakan Sholat Fardhu
Ktentuan Melaksanakan Sholat Fardhu

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Pembaca yang dirahmati Allah SWT. Sebelum admin coretanpengetahuan.com menerangkan tentang Ketentuan Melaksanakan Sholat Fardhu petama-tama kita selalu tak henti-hentinya kita selalu merasa bersukur kepada Allah SWT. Atas segala nikmat dan karunianya yang telah diberikan kepada kita semua mari rasa syukur kita, kita iqrarkan dengan bacaan hamdallah “Alhamdulillahirabbil’alamiin”.
Solawat beserta salam yang sindah-indahnya dan se agung-agungnya semoga selalu terlimpah ruah kepada junjungan kita reformis akbar Sayyidul Anbiyaiwalmursaliin beliau Rosulillahi SAW. Mari rasa mahabbah dan ta’dhim kita iqrarkan dengan bacaan sholawat “Assolatu wassalamu’alaika wa’alaa aalika Yaa Sayyidi Yaa Rasuulullah” semoga kelak kita semua di yaumul qiyamah mendapat syafaatnya Amiin. Dalam kesempatan ini kami akan berbagi ilmu tentang Ketentuan Melaksanakan Sholat Fardhu.

Di dalam kitab Fathul Qorib dijelaskan pengertian sholat adalah:

وهى لغة الدعاء وشرعا كما قال الرافعى أقوال وأفعال مفتتحة بالتكبيرومحتتمة بالتسليم بشرائط مخصوصة

Sholat dalam arti secara Bahasa berarti doa. Adapun dalam arti secara syara’ sebagaimana dikatakan salah satu ulama’ yaitu imam Ar-Rofi’i adalah ucapan-ucapan dan Gerakan-gerakan yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam yang disertai dengan syarat-syarat tertentu.
Adapun sholat yang diwajibkan ada 5 (lima) yaitu: 1. Sholat Dzuhur 2. Sholat Ashar 3. Sholat Magrib 4. Sholat Isya’ 5. Sholat Subuh. Kelima sholat ini wajib dilakukan pada waktu yang sudah ditentukan dan kewajiban ini menjadi mudloyyaq (harus segera dilakukan).

Bacalah Juga Artikel dibawah Ini:
Syarat-syarat bertayamum
Fardhu Dalam Bertayamum
Kesunnahan Dalam Bertayamum

Sholat Fardlu yang Harus Dilakukan ada 5 (lima)

1. Sholat Fardhu Dzuhur

Sholat Dzuhur imam An-Nawawi mengatakan, “Dinamakan dengan dzuhur (tampak) karena waktu sholat nampak di tengah-tengah siang”. Adapun awal waktu melakukan sholat dzuhur adalah tergelincirnya matahari yaitu bergesernya matahari dari tengah langit. Namun, tidak melihat pada kenyataanya. Hanya melihat pada apa yang Nampak pada kita. Pergeseran tersebut diketahui dengan berpindahnya bayang-bayang ke arah timur setelah habisnya bayangan pendek yang merupakan waktu maksimalnya matahari naik. Sedangkan Akhir waktu melakukan sholat dzuhur adalah ketika bayangan setiap benda menyamai Panjang benda tersebut.

Adapun Niat Sholat Fardhu Dzuhur sebagai berikut:

اُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً (مَاءْمُوْمًا / اِمَامًا ) لله تَعَالى

Artinya: Saya Niat Sholat Fardhu Dzuhur Empat Roka’at Menghadap Kiblat sebagai (makmum/imam) Karena Allah SWT.

2. Sholat Fardhu Ashar

Adapun dinamakan sholat Ashar karena sholat tersebut menyertai waktu ghurub (terbenamnya maahari). Awal waktu melakukan sholat ashar adalah wujudnya penambahan (panjang) bayang-bayang yang menyamai benda. Sholat ashar juga mempuyai 5 (lima) bagian waktu yaitu 1. waktu fadlilah (utama) yaitu melakukan sholat diawal waktu. 2. Waktu Ikhtiyar (lebih diutamakan melakukan sholat didalamnya dari pada setelahnya). Mushonnif juga memberi isyarat bagi waktu ini dengan perkataannya “Akhir waktu ikhtiyar sholat ashar adalah sampai munculnya bayang-bayang sampai menyamai 2 panjang benda”. 3. Waktu Jawaz (boleh melakukan didalamnya). Bagi waktu ini beliau mengisyaratkan dengan perkataannya “waktu sholat ashar dalam waktu jawaz tetap ada hingga terbenamnya matahari”. 4. Waktu Jawaz tanpa hukum makruh yaitu dimulai dari panjangnya bayang-bayang menyamai panjangnya dua benda sampai munculnya warna kuning di langit 5. Waktu Takhrim (haram mengakhirkan sholat pada waktu ini), yakni mengakhirkan sholat pada saat tinggal waktu yang tidak cukup untuk melakukan sholat.

Adapun Niat Sholat Fardhu Ashar sebagai berikut:

اُصَلِّى فَرْضَ الْعَصْرِاَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً (مَاءْمُوْمًا / اِمَامًا ) لله تَعَالى

Artinya: Saya Niat Sholat Fardhu Ashar Empat Roka’at Menghadap Kiblat sebagai (makmum/imam) Karena Allah SWT.

3. Sholat Fardhu Magrib

Dinamakan Sholat Magrib karena sholat ini dilakukan saat terbenamnya matahari. Waktu sholat magrib hanya satu yaitu waktu terbenamnya matahari dengan seluruh lingkaranya. Tetap adanya sorot matahari setelah terbenamnya itu tidak bermasalah. Kira-kira waktu yang digunakan seseorang untuk adzan, wudlu, atau tayamum, menutup aurat, mengiqomahi sholat. Menurut imam Nawawi waktu sholat maghrib memanjang hingga terbenamnya mega merah.

Adapun Niat Sholat Fardhu Magrib sebagai berikut:

اُصَلِّى فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً (مَاءْمُوْمًا / اِمَامًا ) لله تَعَالى

Artinya: Saya Niat Sholat Fardhu Magrib Tiga Roka’at Menghadap Kiblat sebagai (makmum/imam) Karena Allah SWT.

4. Sholat Fardhu Isya’

Pada kalimat “ العِشَاء ُ” dengan harokat kasroh pada huruf ‘ain serta alif mamdud adalah nama bagi permulaan petang. Sholat isya’ dinamakan begitu karena dikerjakan pada permulaan petang. Awal waktu melakukan sholat isya’ adalah ketika mega merah sudah terbenam. Sedangkan, daerah yang meganya tidak terbenam, maka waktu sholat isya’ bagi penduduknya adalah ketika ghurub telah lewat masa yang di dalamnya terbenam mega daerah paling dekat. Sholat isya’ memiliki dua waktu yaitu: 1. Waktu Ikhtiyar Mushonnif mengisaratkan dengan perkataanya akhir waktu ikhtiyar sholat isya’ memanjang sampai sepertiga malam. 2. Waktu Jawaz memanjang sampai keluarnya fajar shodiq. Fajar shodiq adalah fajar yang cahayanya menyebar cakrawala secara horizontal. Sedangakan fajar kadzib akan muncul sebelum fajar shodiq tersebut. Munculnya tidak secara horizontal akan tetapi munculnya secara vertical. Cahanya melintas dilangit, kemudian hilang dan diiringi munculnya gelap. Fajar Kadzib tidak berhubungan dengan hukum. Syekh Abu Hamid menyebutkan bahwa sholat isya’ memiliki waktu karahah (makruh) yaitu waktu antara dua fajar tersebut.

Adapun Niat Sholat Fardhu Isya’ sebagai berikut:

اُصَلِّى فَرْضَ اْلعِشَاءِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً (مَاءْمُوْمًا / اِمَامًا ) لله تَعَالى

Artinya: Saya Niat Sholat Fardhu Isya’ Empat Roka’at Menghadap Kiblat sebagai (makmum/imam) Karena Allah SWT.

5. Sholat Fardhu Subuh

Sholat subuh kata-kata subuh secara bahasa adalah permulaan siang. Dinamakan subuh karena dilakukan di awal siang, sebagaimana dengan sholat ashar maka sholat subuh juga memiliki 5 (lima) waktu, yaitu: 1. Waktu fadlilah yakni dilakukan di awal waktu 2. Waktu Ikhtiyar Mushonnif menjelaskan dalam perkataannya “awal waktu subuh adalah munculnya fajar yang kedua dan akhir waktu subuh dalam waktu ikhtiyar adalah hingga keluar mega kuning yakni sudah terbitnya cahaya. 3. Waktu Jawaz dengan hukum makruh hingga keluarnya matahari. 4 waktu Jawaz dengan tanpa hukum makruh. Waktu ini ada hingga keluarnya mega merah. 5. Waktu Takhrim yaitu mengakhirkan sholat subuh sampai tinggal waktu yang tidak cukup untuk melakukannya.

Adapun Niat Sholat Fardhu Subuh sebagai berikut:

اُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً (مَاءْمُوْمًا / اِمَامًا ) لله تَعَالى

Artinya: Saya Niat Sholat Fardhu Subuh Dua Roka’at Menghadap Kiblat sebagai (makmum/imam) Karena Allah SWT.


Penyiar Sholawat Wahidiyah
Penyiar Sholawat Wahidiyah

Bacalah Juga Artikel dibawh ini:
Thoharoh dan Medianya
Mandi Yang disunnahkan
Fardhu Dalam Mandi Wajib (Mandi Besar)
Mengenal Rukun Wudhu

Demikianlah sedikit keterangan mengenai Ketentuan Melaksanakan Sholat Fardhu semoga artikel ini bisa kita peraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. kalau ada kesalahan dalam penulisan kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kami juga membutuhkan saran dan keritikan dalam penulisan diatas silahkan berkomentar dikolom komentar semoga artikel yang sedikit ini bisa bermanfaat untuk semuanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here